Sedihnya Nasib Warga Gaza Sambut Ramadhan Tahun Ini
Rabu, 8 Juni 2016 15:48
SERAMBINEWS.COM, GAZA CITY - Bulan suci Ramadhan adalah masa pesta spiritual dan kesempatan bagi anggota keluarga berbagi makanan berbuka yang lezat segera setelah matahari terbenam. Tapi bagi banyak warga Gaza, Ramadhan tahun ini beraroma kemelaratan.
Sementara pasar umum Az-Zawya di pusat Kota Gaza penuh orang, yang datang untuk berbelanja persiapan puasa yang dimulai Senin (6/6), Fayez Al-Bitar, seorang pedagang buah, tidak sepenuhnya puas karena lemahnya daya beli masyarakat.
Pedagang buah berusia 64 tahun itu mengeluh pembelian buah dan barang lain seperti produk makanan, kurma dan produk susu pada hari pertama Ramadhan tidak positif karena memburuknya ekonomi dan tingginya angka pengangguran serta kemiskinan di Jalur Gaza, daerah kantung sempit berpenghuni dua juta warga.
Memahami kondisi hidup penduduk yang sulit, bukan hanya Al-Bitar, tapi para pedagang lain yang menjual berbagai jenis produk di pasar Jalur Gaza awal pekan ini mengumumkan promosi dengan potongan harga.
"Bahkan kampanye penjualan tidak membantu meningkatkan dan mendorong daya beli di pasar," kata Al-Bitar sebagaimana dikutip kantor berita Xinhua.
Ia menambahkan, "Rak-rak di toko penuh dengan banyak macam produk, tapi masalahnya ialah rakyat tak memiliki cukup uang untuk membeli semua yang mereka perlukan bulan ini."
Saeed Taleb, seorang pembeli di pasar Gaza, mengatakan kepada Xinhua bahwa "kondisi ekonomi sangat sulit dan blokade Israel telah membuat keadaan bertambah buruk karena itu ikut meningkatkan angka pengangguran dan selanjutnya kemiskinan"
ConversionConversion EmoticonEmoticon